STIE Indonesia Jakarta Pangkas Alur Administrasi lewat Digitalisasi: Service Excellent Jadi Kunci

Jakarta — STIE Indonesia Jakarta terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan akademik melalui penerapan digitalisasi kampus. Langkah strategis ini difokuskan untuk memangkas alur administrasi persuratan dan layanan mahasiswa agar menjadi jauh lebih ringkas, transparan, dan mudah ditelusuri.

Sebelumnya, kebutuhan administrasi persuratan mahasiswa sering kali melibatkan lebih dari satu unit kerja, sehingga membuat mahasiswa harus mengurus dari satu bagian ke bagian lain. Untuk mengatasi tantangan krusial tersebut, Wakil Ketua I Bidang Akademik STIE Indonesia Jakarta, Dr. Lies Zulfiati, S.E., M.Si., Ak., CA., menegaskan perlunya perubahan signifikan dalam sistem pelayanan.

“Digitalisasi sangat membantu, terutama untuk persuratan. Bagi mahasiswa, layanan akademik khususnya di persuratan dapat diberikan dalam satu akses sehingga lebih efisien,” ungkap Dr. Lies.

Tak Lagi Sibuk Mencari Berkas dan Transparansi Alur

Melalui sistem digital terpadu—yang turut didukung oleh platform SEVIMA—proses administrasi seperti pengajuan cuti kini dapat diselesaikan melalui satu alur terpusat tanpa harus berpindah-pindah tempat secara manual. Dari sisi kampus, hal ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga memangkas pekerjaan berulang dan mempermudah penelusuran arsip dokumen secara real-time.

“Prosesnya menjadi lebih transparan. Kita bisa mengetahui sudah sampai mana dan prosesnya bagaimana. Kalau sudah digital, penelusuran dokumen dan arsip juga menjadi lebih mudah,” jelas Dr. Lies.

Sinergi Antarbagian yang Semakin Solid

Lebih dari sekadar kecepatan, digitalisasi di STIE Indonesia Jakarta berhasil memperkuat sinergi lintas unit. Urusan akademik yang bersinggungan dengan administrasi maupun keuangan kini terhubung dalam satu sistem yang sama, sehingga setiap bagian dapat saling memahami proses kerja tanpa terisolasi bagaikan pulau terpisah.

Dengan mengutamakan keamanan data dan kemudahan akses, transformasi digital ini membuktikan bahwa teknologi mampu mengubah cara kerja institusi secara menyeluruh demi mewujudkan pelayanan prima (*service excellent*) bagi seluruh sivitas akademika.